Waktu,
cepatlah berlalu.
Bawa semua kenangan yang lalu bersama detikmu.
Jangan takuti aku akan kenangan masa lalu itu.
Ku mohon waktu,
cepatlah melangkah.
Ajak aku menikmati indahnya hari esok.
Menikmati senyuman bahagia nan merona yang terpancar tiap helaan menitmu.
Jangan bawa aku menikmati sepi dan sunyi ini.
Waktu,
ajak aku menari.
Menari melewati lingkaran masa lalu ini.
Ajak aku tertawa dengan lenggak-lenggok indah gerakmu.
Temani aku menunggu pagi,
menunggu hari berganti.
Ajak aku bernyanyi,
menyanyikan nada demi nada terbait indah.
Tersusun rapi mengalunkan ritme membawa hati melayang akan alunannya.
Waktu,
kau tahu, aku ingin melangkah.
Melangkah meninggalkanmu.
Namun aku tak mampu.
Karena kau tetap saja bersamaku menemani tiap langkah kakiku.
Karena waktu,
kau tahu,
aku ingin kau pergi.
Pergi ketika aku sudah tak mampu lagi melangkah.
Tapi kau selalu setia disini.
Kau tahu, waktu,
kau tunjukkan tiap detik berganti menit,
kau pamerkan tiap hari berlalu berminggu-minggu,
seakan kau ingin aku tahu betapa hebatnya engkau merubah kemarin menjadi hari ini,
dan esok, kau jadikan rahasia rapi tersusun untukku.
Waktu,
kau hebat.
Aku kagum.
Aku terpesona.
Waktu,
kaulah ciptaan Tuhan yang tidak pernah lelah kusyukuri.
Kaulah anugerah Tuhan yang tak pernah kusesali.
Kaulah waktu,
saksi proses pendewasaan diriku.
Kaulah waktu,
teman setia nafasku.
Lahat, 03 August 2015