4744359

4744359

Tuesday, 16 June 2015

Sekadar penguat hati yang tersakiti..

-PACARAN? Engga lah yaw!
Mendingan hatinya buat Allah. Pasti Allah akan berikan yang terbaik bila hati telah siap.
Terkadang, kalo membahas soal cinta bisa kita kaitkan dgn fenomena yg kita liat sekarang ini. Yap, PACARAN!
Padahal menyalurkan rasa cinta bukan dgn pacaran, melainkan PERNIKAHAN.
.
Pacaran dianggap lazim di negeri ini. Katanya sih membuat orang bahagia, katanya sih menjadi hidup lebih semangat, katanya sih penyemangat shalat, katanya sih kalo gak ada dia hidup terasa hanpa, rasanya tuh seperti “Aku tidak bisa hidup tanpamu!” *haduuuh, kalo gak ada oksigen sih baru tuh kita gak bisa hidup* 😂
.
Bener gak sih itu semua? Mari kita cek pakai logika kita!
.
Kalo memang membuat bahagia, kenapa kamu tetap nangis karena disakiti olehnya? 😓
Kalo memang menjadi semangat hidup, kenapa tiap hari galau update sana-sini? 😩
Kalo memang penyemangat shalat, berarti selama ini shalat kita itu demi si dia dong bukan DIA Yang Maha Kuasa? 😰
Kalo memang tidak bisa hidup tanpa dia, kan sebelumnya kamu lahir bersama orang tuamu bukan sm dia. Ya gak? 😁
.
Pacaran itu cuma maksiat, berdua2an yg ketiga setan.
Pacaran itu pembawa sengsara, dikit2 nangis sampai mata sembab.
Pacaran itu bencana, mau aja kamu disuruh-suruh sama dia.
Pacaran itu rayuan gombal, bilang aku mencintaimu selamanya eh, besoknya si dia udah ada yg lain.
Bener kan? 😅
.
Bukan berarti saya yg ngomong ini sok tau, cuma mau memberitahu.
Saya pun jg pernah pacaran dan bukan dalam waktu yg sebentar. Bukan hitungan bulan, tapi tahunan. Ya wajar kalo saya paham perkara apa yg dirasakan oleh orang2 yg mengaku “bahagia” dgn hal ini.
Bukan bermaksud membuka aib sendiri, cuma ingin mengingatkan saja. 😔
Karena saya termasuk org yg mau “denger” nasehat kalo hal itu berasal dari org yg pernah mengalami kejadian itu. Siapa tau di antara teman2 semua ada yg seperti itu? 😊

Sunday, 14 June 2015

Tulisan Tanpa Judul...

Aku masih belum memikirkan harus diberi judul apa tulisan ini.
Aku masih mencari harus dengan kata-kata seperti apakah yang cocok untuk disisipkan sebagai judul pada tulisan ini.
Mungkin saja "Aku Sakit Hati. Mungkin "Aku Ingin Terus Menangis". Mungkin juga "Allah Tak Akan Membiarkanku Disakiti". Atau mungkin "Allah akan Mengganti Air Mataku Dengan Tangisan Bahagia".
Dan aku masih berfikir...
Sampai akhirnya aku tak akan memberikan judul pada tulisan ini. Biar saja seperti ini. Tanpa judul..

Aku sadar, tulisanku bukan hanya aku yang berulang kali membacanya tiap saat.
Aku tau mungkin saja kakakku saat ini sedang membaca ini. Atau bos dari tempat aku bekerjapun mungkin sedang membaca tulisan yang sama sekali tidak bermutu ini.
Namun yang aku tau, siapa yang akan aku ceritakan disini tak akan mungkin membaca tulisan ini. Karena aku tau saat ini aku bukan lagi prioritasnya. Karena aku tau, do'aku untuknya telah tersampaikan. Karena aku tau, aku bisa merasakan kebahagiaannya bersama yang lain. Karena aku tak mampu memberikan kebahagiaan seperti yang ia rasakan ketika bersama yang lain.

Sesungguhnya siapa aku???

Aku,
Wanita tercengeng yang telah Allah ciptakan dari segumpal darah.
Wanita dengan akhlak yang pas-pasan.
Wanita dengan lidah yang tajam.
Wanita dengan dosa yang berlipat-lipat dan bertumpuk bagaikan tumpukan sampah yang akan segera dibakar.
Dan aku, wanita yang ingin taat atas perintah-Nya, dan tetap memegang teguh akidah-Nya.

Kenapa aku menangis, sementara Allah selalu menguatkanku dengan menyuruhku mengingat-Nya.
Kenapa aku masih saja merasa tersakiti?
Padahal Allah selalu memelukku. Mengusap air mataku dan Ia tak pernah jauh dariku.
Kenapa masih saja air mataku mengalir hanya karena merasa hati ini selalu tersakiti?
Karena Allah menciptakanku berbeda.
Karena Allah menyayangiku.
Karena Allah ingin aku selalu mengingat-Nya.
Karena Allah telah mempersiapkan kebahagiaan untukku

Tapi mengapa aku masih saja terus menangis dan menangis lagi?
Padahal Allah telah mempersiapkan kebahagiaan untukku.
Karena aku sadar, dosaku terlalu banyak.
Karena aku sadar, aku masih belum mempunyai banyak tabungan untuk bekal akhiratku.
Astaghfirulloh...

Tapi, ada yang lain yang masih saja membuatku menangis.
Ada yang lain selain mengingat dosa-dosaku yang masih saja terus membuat air mataku berlinang.
Ada yang lain, Yaa Allah...

Sesungguhnya aku hanya wanita akhir zaman yang mengharapkan ridho-Nya.
Wanita akhir zaman yang ingin taat akan perintah-perintah-Nya
Wanita akhir zaman yang mempunyai rasa cinta untuk lawan jenisku.
Dan aku hanya wanita biasa yang juga pernah merasakan jatuh cinta hingga sakitnya patah hati karena laki-laki.

Kenapa aku merasakan sakit hati?
Karena lidahku tak bertulang.
Karena lisanku tak pernah aku jaga.
Karena tutur kataku bagai duri bagi saudara-saudariku.
Karena kata-kataku yang membuatku merasakan sakit hati ini.
Ampuni aku, Yaa Allah...

Aku,
Bukan lagi aku yang dulu.
Yang berlisan tajam. Yang bertatapan sinis. Dan tipis akhlak.

Aku,
Bukanlah ahli surga yang mampu menahan siksa api neraka-Nya.
Aku hanya wanita biasa yang dosa-dosaku tak bisa dihitung.
Namun aku ingin taat...

Astaghfirullohalazim...

Keajaiban Jodoh

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Kali ini aku mau share tentang jodoh..
Waahh yang jomblo semangat banget deh bacanya hihihi ^_^


Keajaiban jodoh itu bermacam-macam.
Ada yang akhirnya bisa menikah dengan orang yang dikenal dekat sejak lama.
Namun ada pula yang merasa cocok dan yakin hanya dalam hitungan beberapa minggu saja dengan orang yang sama sekali tidak dikenal sebelumnya.
Ada juga yang dulunya bersama namun harus terpisah hingga akhirnya bertemu kembali dan menikah.

Semua itu terjadi melalui kuasa Allah atas janjinya untuk menjadikan manusia berpasang-pasangan.
Mendekatkan yang jauh, membuat dua orang yang tak saling mengenal bisa saling menyayangi, menjadikan dua orang memiliki rasa cinta sehingga mau berkomitmen mencapai tujuan bersama, menyatukan dua keluarga, subhanallah...
Dalam proses itu Allahlah yang berkuasa membuat keduanya yakin dan siap.

Jika hanya nafsu yang bergerak, mungkin dua orang ingin mengikatkan diri dalam masa pacaran, tapi enggan memikul tanggung jawab pernikahan. (Laki-laki yang begini sih enaknya disuruh pake rok aja yaa teman-teman hihihi -_-)
Jika hanya cinta yang jadi alasan, banyak pasangan yang tergantung hubungannya karena tak memiliki keyakinan.

So, teman-teman tak usah risau soal jodoh.
Allahlah yang mengatur semua pertemuan, mendekatkan yang jauh dan memberi keyakinan.
Mohon saja sama Allah yang terbaik, In shaa Allah Allah pilihkan yang baik.

Seringkali kitapun merasa jodoh lambat datang menghampiri. Padahal tanpa kita sadari Allah yang Maha Bijaksana sedang menyiapkan segala sesuatu yang paling baik untuk kita.

Barangkali Allah menyuruh kita untuk memantaskan diri sebelum akhirnya Allah pertemukan kita dengan jodoh pilihan Allah.
Bersabarlah dalam menanti.
Tak ada penantian yang sia-sia.
Pun tak ada kesabaran yang hadiahnya biasa. Kesabaran pasti berhadiah luar biasa, hanya saja kita yang sering tidak bersyukur dan mengeluh...

Mari perbaiki diri.
Tak ada sesuatu yang sulit jika Allah menghendaki.
Niatkan untuk hijrah.
Memang awalnya berat, datang cemoohan dari teman-teman yang menganggapmu aneh dan terlalu fanatik tentang agama.
Tapi, tahukah kamu bahwa taubatmu berhadiah Syurga untukmu. In shaa Allah ^_^

Jangan jadikan dirimu termasuk kedalam golongan orang-orang yang merugi.
Naudzubillahminzalik...

Saturday, 13 June 2015

Udah PUTUSIN Aja!!


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Hari ini nih aku mau berbagi pengalaman sama teman-teman semua yang udah menyempatkan mampir ke blog aku ^_^

Pengalaman apa sih??
Mau tau aja apa mau tau banget?
HIHIHIHIHIHI

Okee pengalamanku adalaaaahh..... *jeng jeng jeng*

Pengalaman pacaran 7 tahun tapi berakhir sia-sia :(
*itu pacaran apa kredit rumah ya? Kok lama amat :|*

Hehehe
Aduh sebenarnya ini adalah aibku. Aib yang seharusnya aku simpan rapat-rapat sendiri. Hanya Allah dan aku yang seharusnya mengetahui ini...
Tapi karena aku gamau teman-teman ngerasain juga seperti apa yang aku rasain (khususnya perempuan), makanya aku mau berbagi pengalamanku ke teman-teman semua...

"Kak, Kak, kok bisa sih pacaran sampe 7 tahun gitu? Kredit motor aja ga sampe selama itu. Itu pacaran ngapain aja, Kak?"

Wahh pertanyaan pertama yang bagus nihh, yang bikin aku susah binti berat mau ngejawabnya.

Oke baiklah....

"Kok bisa pacaran sampe 7 tahun?"
Sebenarnya bisa aja kita pacaran bertahun-tahun bahkan sampe maut menjemput salah satu dari kedua insan yang "pacaran" itu. Iya bisa, pacarannya pas udah nikah.
Mamah sama Babehku aja udah hampir mau 30 tahun berumah tangga tetap pacaran berdua, malah lebih mesra dari yang muda (yang udah halal yaa, awas jangan salah persepsi -_-).

Di lingkungan kita yang sekarang ini kan ada sebutan KALO GA PACARAN GAK GAUL.
Padahal persepsi yang seperti itulah yang salah dan Allah benar-benar melaknat orang-orang yang mendekati zina. Astaghfirulloh... :(

"Tapi artis-artis aja begitu kok, Kak."
Astaghfirulloh...
Mereka itu artis, yang ga tau mereka inget apa engga kalo maut sewaktu-waktu mengintai mereka. Yang ga tau mereka beragama apa. Dan yang mereka sembah-pun kita ga pernah tau siapa, Allah atau berhala.
Naudzubillahminzalik...

Dan kita, makhluknya Allah mau ngikut-ngikutin gaya artis yang ga seharusnya kita ikutin?
Naudzubillahminzalik. Ingat, Allah melihatmu dimanapun kamu berada. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan. Jangan sekali-kali kamu mendekati kepada zina.
Semisalkan kamu sudah terlanjur melakukan zina, maka bertaubatlah, hijrah, berubah, dan berniat tidak akan mengulangi zina itu dikemudian hari.
Isi hari-harimu dengan membaca Al-Qur'an. Senantiasa mengingat Allah dimanapun kamu berada, In shaa Allah Ia Allah Yang Maha Esa menjagamu.

"Tapi aku ga bisa, Kak, putus dari pacarku. Aku ga bisa hidup tanpa dirinya."
Alasan klasik yang jadi senjata paling ampuh tiap kali diputusin atau mutusin pacar -_-

Duh, liat tuh teman sekitarmu yang barusan putus dari pacarannya.
Dulu pasti bilangnya begitu, AKU GABISA HIDUP TANPA DIRINYA (kaya lagunya D'Massiv gituhh), tapi buktinya dia yang dulu ngomong gitu masih hidup kan sampe sekarang? Masih bisa ketawa-ketawa kan sama teman-temannya. Malah tambah kacau kelakuannya -_-

Sesungguhnya kita hidup untuk Allah, dan matipun untuk Allah.
Sesungguhnya hanya Allah yang Maha Memiliki nafas kita, bukan pacarmu!

"Tapi orang tua kita udah kenal, Kak. Udah dekat banget kaya udah besanan. Malah aku udah dianggap kaya anaknya sendiri sama orang tua nya. Aku ga bisa, Kak, kalo putus sama dia. Kita juga udah punya komitmen bakal nikah nantinya. Nanti nunggu dia punya modal :("

Darling, kamu pernah tau ga apa yang ada di fikiran orang tuanya? Ga pernah benar-benar tau kan?
Setiap orang tua, selalu menganggap semua anak orang lain ga perempuan ga laki-laki ya sebagai anak mereka, walaupun bukan anak kandung mereka. Kenapa? Karena mereka merasa di tuakan. Mereka juga punya anak yang seumuran dengan kamu. Dan merekapun ingin dengan mereka berlaku baik ke kamu, kebaikan itu akan berbalik juga ke anak-anak mereka nantinya.
Jadi jangan karena orang tua udah dekat, udah dianggap kaya anak sendiri, lantas kamu tetap berzina. Jangan, Darling!

Jodohmu sudah diatur sedemikian rupa baiknya oleh Allah. Siapa jodohmu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz yang masih jadi rahasia Allah untukmu.
Jangan takut kehilangan.
Kita hidup didunia hanya sementara. Yang harus kita perbuat adalah memantaskan diri sebaik-baiknya.
Ingat, jodohmu adalah cerminan dirimu.
Dia yang bersamamu sekarang baik menurutmu, belum tentu baik bagi Allah.

Menikah itu untuk menyempurnakan separuh dari agamamu jika niatnya adalah kamu menikah karena Allah.
Tapi, coba direnungkan lagi, lagi, lagi, dan direnungkan terus menerus.
Apa yang kamu dapat dari pacaran?
Kesenangan? Sudah pasti kamu senang. Bagaimana tidak, tiap kali bangun tidur selalu ada message dari sang kekasih pujaan hujan *eh.. pujaan hati maksudnya*...
Tiap hari ulang tahunmu tiba, dia selalu memberi kado spesial untukmu, memberi kejutan-kejutan yang bikin hati meleleh.
Tapi taukah kamu, kesenangan itu hanya diawal dan sementara, sementara juga kita tinggal didunia. Selebihnya kita akan mati. Mati meninggalkan dosa-dosa yang telah kita perbuat didunia.
Baik kah dirimu? Buruk kah sikapmu?
Renungkan...

Pacaran,
siapa yang dirugikan?
PEREMPUAN!!

Iya. Aku, kamu, Ibumu dan Ibunya (laki-laki)

Kita semua dirugikan.
Itu makanya kenapa perempuan jadi orang pertama yang masuk neraka.
Karena perempuan ladangnya dosa.
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
BERTAUBAT!!

Hijrah!
Perbaiki akhlakmu. Tutup kepalamu dengan hijab. Perbaiki dirimu.
Sesungguhnya Allah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun.

Jangan takut akan lambat datangnya jodoh.
Siapa tau Allah mempersiapkan yang terbaik dan paling baik untuk dirimu.
Sampai waktunya tiba, jodoh akan datang dengan cara yang paling baik.
Pantaskan dirimu. Hijrahlah :)

Pesan ini untuk kita semua, wahai perempuan ^_^
In shaa Allah kita adalah calon penghuni Syurganya Allah.
Aamiin Allahumma aamiin :)

Apa yang Kita Cari Didunia?

Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

Kalian mungkin pernah melihat tulisan-tulisan tentang pertanyaan seperti ini.
Jika mendengar pertanyaan seperti ini, mungkin kalian berfikir: "Ah, namanya juga hidup. Yang penting punya duit, punya jabatan, istri gue cantik, dan bla bla bla..."
Tapi pernah ga sih kalian berfikir: "Umur gue sampe kapan ya?" "Masih ada waktu ga ya buat gue jadi pribadi yang lebih baik?" "Masih dikasih kesempatan sukses sama Allah ga ya sebelum kedua orang tua gue meninggal?"
Dan masih banyak lagi "masih" "masih" yang lain yang pasti kalian pertanyakan..

Sebenarnya apa sih yang kalian cari didunia?
Harta?
Ga dibawa mati..
Kalian mati yang dibawa cuman amal ibadah selama hidup didunia.
Baik, buruk, semua yang kalian lakukan disini, didunia yang fana ini bakalan di hisab di hari akhir nanti.
Apalagi kalian nyari jabatan didunia, ga bakalan dipertanyakan jabatan kalian selama didunia diperusahaan besar apa kalian bekerja dengan gaji yang berapa ratus juta. Yang ditanya cuma: "Kalian SHOLAT ga didunia?"

Jadi bahan renungan deh kalo udah ngomongin MATI. Tapi buat ngejalanin perintah Allah yang sehari lima waktu aja berat.
Takut mati, tapi masih sering berzina.
Pacaran, berdua-duaan, berkhalwat padahal bukan muhrim. Dunia serasa punya berdua, ga inget neraka azab nya seperti apa.
Ga mau masuk neraka tapi sama perempuan kasar, suka bikin nangis.
Ga mau masuk neraka tapi sama orang tua durhaka.
Summanaudzubillahminzalik...

Hijrah!
Jalan satu-satunya mencari Ridho Allah SWT.
Hirjah!
Jalan satu-satunya menuju pintu surga-Nya Allah.

Tinggalin kesenangan-kesenangan didunia yang bersifat sementara.
Sesungguhnya akhirat tempat kita selamanya...
Semua yang hidup pasti akan mati.
Kapan waktunya masih jadi rahasia Allah.

Perbaiki diri sekarang, sebelum terlambat ^_^

Wassalam