4744359

4744359

Sunday, 14 June 2015

Tulisan Tanpa Judul...

Aku masih belum memikirkan harus diberi judul apa tulisan ini.
Aku masih mencari harus dengan kata-kata seperti apakah yang cocok untuk disisipkan sebagai judul pada tulisan ini.
Mungkin saja "Aku Sakit Hati. Mungkin "Aku Ingin Terus Menangis". Mungkin juga "Allah Tak Akan Membiarkanku Disakiti". Atau mungkin "Allah akan Mengganti Air Mataku Dengan Tangisan Bahagia".
Dan aku masih berfikir...
Sampai akhirnya aku tak akan memberikan judul pada tulisan ini. Biar saja seperti ini. Tanpa judul..

Aku sadar, tulisanku bukan hanya aku yang berulang kali membacanya tiap saat.
Aku tau mungkin saja kakakku saat ini sedang membaca ini. Atau bos dari tempat aku bekerjapun mungkin sedang membaca tulisan yang sama sekali tidak bermutu ini.
Namun yang aku tau, siapa yang akan aku ceritakan disini tak akan mungkin membaca tulisan ini. Karena aku tau saat ini aku bukan lagi prioritasnya. Karena aku tau, do'aku untuknya telah tersampaikan. Karena aku tau, aku bisa merasakan kebahagiaannya bersama yang lain. Karena aku tak mampu memberikan kebahagiaan seperti yang ia rasakan ketika bersama yang lain.

Sesungguhnya siapa aku???

Aku,
Wanita tercengeng yang telah Allah ciptakan dari segumpal darah.
Wanita dengan akhlak yang pas-pasan.
Wanita dengan lidah yang tajam.
Wanita dengan dosa yang berlipat-lipat dan bertumpuk bagaikan tumpukan sampah yang akan segera dibakar.
Dan aku, wanita yang ingin taat atas perintah-Nya, dan tetap memegang teguh akidah-Nya.

Kenapa aku menangis, sementara Allah selalu menguatkanku dengan menyuruhku mengingat-Nya.
Kenapa aku masih saja merasa tersakiti?
Padahal Allah selalu memelukku. Mengusap air mataku dan Ia tak pernah jauh dariku.
Kenapa masih saja air mataku mengalir hanya karena merasa hati ini selalu tersakiti?
Karena Allah menciptakanku berbeda.
Karena Allah menyayangiku.
Karena Allah ingin aku selalu mengingat-Nya.
Karena Allah telah mempersiapkan kebahagiaan untukku

Tapi mengapa aku masih saja terus menangis dan menangis lagi?
Padahal Allah telah mempersiapkan kebahagiaan untukku.
Karena aku sadar, dosaku terlalu banyak.
Karena aku sadar, aku masih belum mempunyai banyak tabungan untuk bekal akhiratku.
Astaghfirulloh...

Tapi, ada yang lain yang masih saja membuatku menangis.
Ada yang lain selain mengingat dosa-dosaku yang masih saja terus membuat air mataku berlinang.
Ada yang lain, Yaa Allah...

Sesungguhnya aku hanya wanita akhir zaman yang mengharapkan ridho-Nya.
Wanita akhir zaman yang ingin taat akan perintah-perintah-Nya
Wanita akhir zaman yang mempunyai rasa cinta untuk lawan jenisku.
Dan aku hanya wanita biasa yang juga pernah merasakan jatuh cinta hingga sakitnya patah hati karena laki-laki.

Kenapa aku merasakan sakit hati?
Karena lidahku tak bertulang.
Karena lisanku tak pernah aku jaga.
Karena tutur kataku bagai duri bagi saudara-saudariku.
Karena kata-kataku yang membuatku merasakan sakit hati ini.
Ampuni aku, Yaa Allah...

Aku,
Bukan lagi aku yang dulu.
Yang berlisan tajam. Yang bertatapan sinis. Dan tipis akhlak.

Aku,
Bukanlah ahli surga yang mampu menahan siksa api neraka-Nya.
Aku hanya wanita biasa yang dosa-dosaku tak bisa dihitung.
Namun aku ingin taat...

Astaghfirullohalazim...

No comments:

Post a Comment