Adalah aku,
keturunan Adam dan Hawa.
Manusia biasa yang jauh dari kata sempurna.
Adalah aku,
wanita akhir zaman yang mengharapkan surga-Nya.
Adalah aku,
wanita lugu ciptaanNya yang kadang kala hati dan fikiran tak sejalan dengan apa yang aku lakukan.
Adalah aku,
yang dilanda ketakutan ditinggalkan dia yang berkali-kali menyakitiku.
Adalah aku,
yang masih saja bertahan dengan kesakitan yang berulang kali kurasakan.
Apakah pantas kupertahankan?
Mempertahankan dia yang menghianati cinta tulusku.
Menangisi dia yang tak pernah tahu apa yang hatiku rasakan.
Berlutut memohon hadirnya kembali setelah berulang kali mempermainkan hatiku.
Apakah itu yang dinamakan cinta?
Sementara aku bertahan menunggu hadirnya,
hari demi hari menjaga cinta suciku untuknya.
Kurasa aku salah.
Salah mempertahankan cinta yang salah.
Salah mencintai orang yang salah.
Dan salah telah memberikan hatiku bulat-bulat untuk dia yang salah.
Dan tak akan Allah hilangkan sesuatu dari diriku melainkan akan DIA gantikan yang lebih baik.
Tuhan mengujiku dengan cinta yang salah.
Tuhan mempertemukanku dengan dia yang salah.
Sebelum akhirnya menggantikan semuanya,
lebih baik dan paling baik.
Dan tak pernah ada perkara yang lebih indah dari dua orang yang saling mencintai selain jalan pernikahan.
Janji Tuhan itu pasti,
dan aku yakin.
Begitu bodohnya aku,
tidak pernah melihat dia yang memperhatikanku dari jauh.
Begitu dimabuk kepayangnya diriku akan cinta yang salah,
hingga tak pernah membuka hati untuk dia yang benar-benar mencintaiku.
Kini aku telah sadar,
kini aku telah terbangun dari tidur panjangku,
tidur panjang yang hanya mendatangkan mimpi-mimpi buruk bagiku.
Kini aku telah terjaga dari mati suri nya hatiku akan cinta yang salah,
kini aku telah hidup kembali,
hidup untuk masa kini dan masa depan.
Teruntuk kamu masa depanku,
terima kasih telah menungguku dengan ikhlas dan sabar.
Terima kasih telah datang membawakan cinta yang indah, yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.
Terima kasih karena mencintaimu aku bahagia.
Terima kasih karena mencintaiku dengan sederhana.
Terima kasih karena mau membimbing hidupku.
Terima kasih karena telah datang diwaktu yang tepat.
Terima kasih kedewasaanmu.
Terima kasih karena mencintai kekuranganku.
Aku mencintaimu tanpa syarat.
Aku mencintaimu tanpa aku tahu mengapa aku mencintaimu.
Ini bukan hanya sekadar kata.
Ini bukan hanya sekadar tulisan.
Dan aku mencintaimu karena aku yakin bersamamu surga terlihat begitu dekat.
Maafkan kesalahan masa laluku.
Maaf jika membuatmu terlalu lama menungguku.
Maaf karena baru saat ini aku hadir dihidupmu.
Namun kuyakin,
aku datang disaat dan diwaktu yang tepat untukmu.
Aku mencintaimu,
mencintai kekuranganmu.
Aku mencintaimu,
mencintaimu saat ini, esok, dan seterusnya.
Karena cintaku tumbuh setiap hari,
semakin hari semakin dekat surgaNya.
Dear, my lovely Sadam,
I love you more than I love my self.
I love you more than everything.
I love you so much :)
keturunan Adam dan Hawa.
Manusia biasa yang jauh dari kata sempurna.
Adalah aku,
wanita akhir zaman yang mengharapkan surga-Nya.
Adalah aku,
wanita lugu ciptaanNya yang kadang kala hati dan fikiran tak sejalan dengan apa yang aku lakukan.
Adalah aku,
yang dilanda ketakutan ditinggalkan dia yang berkali-kali menyakitiku.
Adalah aku,
yang masih saja bertahan dengan kesakitan yang berulang kali kurasakan.
Apakah pantas kupertahankan?
Mempertahankan dia yang menghianati cinta tulusku.
Menangisi dia yang tak pernah tahu apa yang hatiku rasakan.
Berlutut memohon hadirnya kembali setelah berulang kali mempermainkan hatiku.
Apakah itu yang dinamakan cinta?
Sementara aku bertahan menunggu hadirnya,
hari demi hari menjaga cinta suciku untuknya.
Kurasa aku salah.
Salah mempertahankan cinta yang salah.
Salah mencintai orang yang salah.
Dan salah telah memberikan hatiku bulat-bulat untuk dia yang salah.
Dan tak akan Allah hilangkan sesuatu dari diriku melainkan akan DIA gantikan yang lebih baik.
Tuhan mengujiku dengan cinta yang salah.
Tuhan mempertemukanku dengan dia yang salah.
Sebelum akhirnya menggantikan semuanya,
lebih baik dan paling baik.
Dan tak pernah ada perkara yang lebih indah dari dua orang yang saling mencintai selain jalan pernikahan.
Janji Tuhan itu pasti,
dan aku yakin.
Begitu bodohnya aku,
tidak pernah melihat dia yang memperhatikanku dari jauh.
Begitu dimabuk kepayangnya diriku akan cinta yang salah,
hingga tak pernah membuka hati untuk dia yang benar-benar mencintaiku.
Kini aku telah sadar,
kini aku telah terbangun dari tidur panjangku,
tidur panjang yang hanya mendatangkan mimpi-mimpi buruk bagiku.
Kini aku telah terjaga dari mati suri nya hatiku akan cinta yang salah,
kini aku telah hidup kembali,
hidup untuk masa kini dan masa depan.
Teruntuk kamu masa depanku,
terima kasih telah menungguku dengan ikhlas dan sabar.
Terima kasih telah datang membawakan cinta yang indah, yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.
Terima kasih karena mencintaimu aku bahagia.
Terima kasih karena mencintaiku dengan sederhana.
Terima kasih karena mau membimbing hidupku.
Terima kasih karena telah datang diwaktu yang tepat.
Terima kasih kedewasaanmu.
Terima kasih karena mencintai kekuranganku.
Aku mencintaimu tanpa syarat.
Aku mencintaimu tanpa aku tahu mengapa aku mencintaimu.
Ini bukan hanya sekadar kata.
Ini bukan hanya sekadar tulisan.
Dan aku mencintaimu karena aku yakin bersamamu surga terlihat begitu dekat.
Maafkan kesalahan masa laluku.
Maaf jika membuatmu terlalu lama menungguku.
Maaf karena baru saat ini aku hadir dihidupmu.
Namun kuyakin,
aku datang disaat dan diwaktu yang tepat untukmu.
Aku mencintaimu,
mencintai kekuranganmu.
Aku mencintaimu,
mencintaimu saat ini, esok, dan seterusnya.
Karena cintaku tumbuh setiap hari,
semakin hari semakin dekat surgaNya.
Dear, my lovely Sadam,
I love you more than I love my self.
I love you more than everything.
I love you so much :)
No comments:
Post a Comment